Akhir-akhir ini harga bahan bakar minyak (BBM) dunia meningkat tajam. Hal tentu saja berdampak pada meningkatnya harga jual BBM. Termasuk minyak tanah dan gas elpiji. Untuk itu perlu bahan bakar alternatif yang murah dan mudah diperoleh. Salah satunya mengunakan briket batu bara.
Briket batubara merupakan bahan bakar padat yang terbuat dari batubara. Bahan bakar padat ini merupakan bahan bakar alternatif atau merupakan pengganti minyak tanah dan gas elpiji yang paling murah.
Di Tarakan, briket batubara memang kurang populer. Buktinya, briket batubara hanya dipergunakan sebagai penghangat ruangan kandang ayam. Orang enggan menggunakan briket batubara karena penggunaannya memang agak ribet. Karena harus menunggu briket yang dinyalakan menjadi bara baru bisa digunakan.
Untuk bisa mendapatkan briket batubara, tidaklah susah. Karena di jalan Flamboyan RT 27 Karang Anyar Dalam, terdapat penjual briket batu bara. Harga yang ditawarkan tidak terlalu mahal. Hanya Rp. 3.000 untuk satu kilonya, berlaku untuk briket batubara jenis sarang tawon dan telur. Untuk bisa mendapatkan kompor yang berkapasitas 2 kilo, cukup mengeluarkan dana sebesar Rp. 190.000 ditambah bonus berupa briket batubara sebanyak 30 kilo.
Sudah satu tahun belakangan, penjual bernama Eko itu, terus menyosialisasikan penggunaan briket batubara sebagai bahan bakar alternatif. Ia selalu mendemonstrasikan cara penggunaannya kepada calon pembelinya. Namun minat masyarakat untuk menggunakan bahan bakar alternatif ini, masih kurang. Mereka menganggap kompor briket batubara kurang praktis.
BRIKET BATUBARA YANG RAMAH LINGKUNGAN
Menggunakan kompor briket batubara tidaklah sulit. Hanya perlu sedikit kesabaran sebelum menggunakannya. Karena harus menunggu nyala api briket menjadi bara, untuk bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Limbah hasil pembakaranpun tidak ada efek sampingnya, bahkan bisa digunakan sebagai pupuk kompos.
Untuk bisa menggunakan kompor briket, terlebih dulu briket batubara di rendam di dalam minyak tanah selama 10 menit. Ini bertujuan agar briket mudah terbakar. Setelah itu masukkan briket batubara ke dalam kompor dan nyalakan. Karena yang digunakan energi panas dari bara, maka tunggu api padam baru kompor bisa digunakan.
Panas kompor briket inipun bisa diatur dengan menggunakan alat yang telah dirancang khusus untuk mengatur oksigen yang masuk ke kompor, yang berfungsi sebagai ventilasi udara.
Untuk merebus ubi hingga matang misalnya, hanya diperlukan waktu 10 menit, dengan besaran panas yang dihasilkan kompor berukuran sedang. Memasak dengan briket juga tidak membuat peralatan memasak cepat kotor. Penggunanyapun tidak perlu repot-repot membuang limbah briket karena bisa digunakan sebagai media tanam bunga dan pupuk kompos. (Sofyan AM)
|