Terkait rencana kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL), PLN Tarakan berharap, Pemerintah Kota dan DPRD, segera mengambil keputusan. Jika tidak segera diantisipasi, krisis listrik di Tarakan, dikhawatirkan akan semakin parah.
Krisis energi listrik di Tarakan, sebenarnya sudah dimulai sejak 2007 lalu. Sehinga muncul wacana untuk menaikkan TDL. Namun dengan banyak pertimbangan, PLN mengurungkan rencana tersebut.
Sejak itu, PLN harus menanggung defisit anggaran untuk kebutuhan BBM hingga lebih dari 19 miliar rupiah.
Puncak kemelut operasional pln , terjadi tahun 2008 ini . selain karena naiknya harga solar yang mengakibatkan melambungnya harga minyak dunia , juga dipicu rusaknya mesin pembangkit .
Menurut Direktur Operasional PT PLN Tarakan, Musyafik, TDL kota Tarakan yang sekarang, sebenarnya sudah ditetapkan sejak tahun 2003 lalu. Tarif tersebut diakui Musyafik, memang lebih tinggi dibanding daerah yang lain karena tidak disubsidi oleh Pemerintah Pusat.
Rencananya, jika kenaikan tarif listrik terealisasi, PLN akan segera mendatangkan mesin pembangkit baru dari Perancis. Sebagai antisipasi pengganti mesin lama yang bisa mengatasi pemenuhan listrik saat beban puncak. (Jumadi)
|