Menu Utama
Home
Profil
Berita
Hubungi Kami
Buku Tamu
Links
Gallery Foto
Lowongan Kerja
Statistics
Visitors: 280916
Chat with crew TTV

             Div.Teknik

             Div.IT    

             Div.Transmiter

             Div.News

             Div.Adm

             Div.Program

Login Form





Lost Password?
Home
Susu Melamin Sebabkan Kematian PDF Print E-mail
Written by Iqra Azza   
Thursday, 25 September 2008

Beredarnya susu asal Cina yang mengandung melamin di Indonesia membuat Dinas Kesehatan Kota Tarakan, resah. Pasalnya, bahan kimia tersebut bisa menyebabkan kematian.


Keluarnya edaran dari BPOM Pusat mengenai susu mengandung melamin langsung ditanggapi Dinas Kesehatan Tarakan, dengan memberikan imbauan ke masyarakat agar tidak mengkonsumsi susu asal Cina.


Menurut dr. Khairul, M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan Tarakan, dari segi medis, melamin dapat membahayakan. Jika dikonsumsi terus menerus, akan merusak organ tubuh terutama ginjal. Sehingga bisa menyebabkan gagal ginjal, bahkan meninggal dunia.


Di Cina sendiri, susu tercemar melamin tersebut menyebabkan puluhan ribu bayi menderita sakit, dan 4 di antaranya tewas.


Sementara itu, dari razia yang digelar dengan melibatkan Dinas Kesehatan, dr. khairul memastikan, susu mengandung melamin asal Cina, tidak beredar di Tarakan.


WARGA MINTA PENGAWASAN PRODUK LUAR DIPERKETAT


Terkait kasus susu tercemar melamin, warga berharap Pemerintah Kota memperketat peredaran susu asal Cina di Tarakan.


Beredarnya susu mengandung melamin di pasaran, cukup meresahkan warga Tarakan. apalagi Tarakan dekat dengan Malaysia, sehingga mempermudah masuknya barang dari luar.


Karenanya warga berharap, pemerintah memperketat keluar masuknya barang-barang impor, terutama susu asal Cina dan produk turunannya. Termasuk segera menarik susu Cina yang berbahaya dari peredaran.


Sementara itu untuk menghindari konsumsi susu bermelamin, warga lainnya lebih memilih menggunakan produk dalam negeri, daripada produk impor. Karena selain telah melewati pengawasan, juga lebih aman dikonsumsi.


Agar terhindar dari produk berbahaya, Salah seorang ibu rumah tangga, Ani berharap kepada warga lainnya untuk lebih selektif memilih makanan dan minuman yang akan dikonsumsi keluarga.(Morten)


 
< Prev   Next >