Ribuan warga Tarakan, Jumat (26/09) pagi mendatangi Balaikota, untuk mendapatkan pembagian sedekah dari Pemerintah Kota. Sempat terjadi berdesak- desakan, hingga mengakibatkan seorang warga pingsan.
Suasana di Balaikota Jumat (26/09) pagi, lain dari biasanya. Sejak pukul 07.00, warga dari seluruh pelosok kota sudah berkumpul. Mereka menunggu pembagian sedekah dari Pemerintah Kota, yang biasanya rutin dilakukan setiap menjelang lebaran.
Uang sedekah yang dibagikan ini sebesar Rp. 40.000 per orang. Meski begitu, ribuan warga rela berdesak-desakan untuk mendapatkannya.
Mardiani dari Selumit Darat, misalnya. Ia mengaku mengetahui kabar pembagian sedekah Pemkot Tarakan tersebut dari tetangganya. Demi mendapatkan uang untuk lebaran, ia pun rela datang ke Balaikota sejak pukul 07.00 pagi.
Sementara pembagian sedekah dari Pemkot Tarakan ini, langsung ditangani oleh Bagian Sosial. Dalam pembangian tersebut, setiap warga mendapatkan uang sebesar Rp.40.000, dan anak-anak sebesar Rp. 20.000.
Agar pembagian uang berlangsung tertib, warga yang sudah mengambil diharuskan mencelupkan jarinya di tinta, demi menghindari kecurangan warga yang mendapatkan double.
SEDEKAH DEMI KEMANUSIAAN
Sementara itu, dana sedekah yang dibagikan ke warga masyarakat sebenarnya tidak dianggarkan secara khusus oleh Pemerintah Kota. Pembagian sedekah ini semata-mata terdorong rasa kemanusiaan untuk membantu warga menghadapi lebaran.
Menurut Kepala Bagian Humas Pemkot Tarakan, Ruslan, Pemerintah Kota sebenarnya hanya mengganggarkan dana santunan untuk anak yatim. Namun tahun ini, Pemkot sengaja membagikan sedekah karena faktor kemanusiaan. Meski dananya tidak dianggarkan secara khusus.
Tahun depan, Pemkot rencananya tidak akan membagikan lagi sedekah langsung ke masyarakat. Karena masalah tersebut sudah diserahkan kepada lembaga resmi pengumpul dan penyalur zakat, yakni Badan Amil Zakat. (Jumadi)
|