Kota Tarakan yang sebentar lagi menuju kota pendidikan, hingga kini terus berbenah. Selain fisik, kurikulum yang menunjang dan layak jual juga dipersiapkan. Seperti Program Pendidikan D-III Akademi Keperawatan (Akper) PEMKOT Universitas Borneo, yang mensyaratkan para mahasiswanya untuk lulus tes TOEFL Bahasa Inggris sebelum diwisuda. Ini dilakukan untuk mempersiapkan tenaga perawat yang mampu bersaing di pasar global, dan siap bekerja hingga ke luar negeri.
Selain menyiapkan kemahiran merawat pasien, lembaga pendidikan ini juga membekali para mahasiswanya dengan kemampuan berbahasa Inggris. Ini diungkapkan oleh Manajemen Akper Pemkot di depan Walikota dr Jusuf SK, di ruang Kenawai Rabu (08/10) pagi.
Direktur Akper Pemkot, Betty Mariana, S. Kep menambahkan, saat ini jumlah mahasiswa Akper Pemkot mencapai sekitar 300 orang dari 3 angkatan.
Jika sebelumnya kurikulum Bahasa Inggris hanya diajarkan bagi mahasiswa pada semester III dan IV, kini direncanakan akan diajarkan pada semester I hingga semestarVI. Bahkan akan diterapkan pula Full Day English Campuss.
Dengan program tersebut, diharapkan para lulusan Akper Pemkot mampu bersaing dengan perawat dari luar negeri. Sehingga, permintaan akan perawat yang handal dan profesional dapat terpenuhi. Seperti yang saat ini dibutuhkan oleh negara Jepang dan Arab Saudi. (Jumadi)
|