Walikota dr H Jusuf SK, Jumat (10/10) pagi memimpin langsung rapat rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap atau PLTU di Tarakan. Ini merupakan komitmen pemerintah dalam melayani ketersediaan listrik bagi masyarakat Tarakan.
Saat ini, listrik tidak hanya energi yang dibutuhkan sebatas untuk penerangan dan kebutuhan rumah tangga. Tapi sudah menjadi lambang peradaban dan gengsi antar daerah. Karenanya, sejumlah daerah di Indonesia secara bersamaan, kini hampir mengalami krisis listrik.
Di Tarakan sendiri, krisis kelistrikan sudah dimulai sejak beberapa bulan lalu, yang ditandai pemadaman listrik secara bergilir. Ini selain imbas dari kenaikan harga BBM, juga karena mesin pembangkit PLN sudah umumnya sudah tua.
Untuk mengantisipasi krisis listrik, Walikota dr Jusuf SK menggelar rapat di Balaikota. Rencananya, Walikota akan segera membentuk tim khusus yang beranggotakan Dinas Lisda, DPRD, PLN, Asosiasi LPM, serta sejumlah Perguruan Tinggi di Tarakan.
Dalam rapat tersebut, tim akhirnya mengambil keputusan untuk segera membangun power plant berbahan bakar batu bara, atau PLTU di Tarakan.
Diperkirakan, 2011 mendatang, power plant yang menghasilkan tenaga listrik 2 kali megawatt, dapat terealisasi.
Sementara itu, Paul August juga menambahkan, selain pembangunan PLTU Batu Bara, PLN juga sedang merencanakan mesin baru bertenaga gas. Dalam waktu dekat, alat tersebut akan dioperasikan, seiring rampungnya proyek pemasangan pipa gas. (Jumadi)
|