|
Pegayaman Pesona Kampung Muslim |
|
|
|
|
Written by I_ien
|
|
Saturday, 04 July 2009 |
Pulau Bali identik dengan agama Hindu. Karena mayoritas penduduknya adalah pemeluk agama Hindu. Namun ternyata di pulau itu terdapat sebuah perkampungan muslim. Di tengah kehidupan masyarakat Hindu Bali yang sarat dengan ritual keagamaan dan adat istiadatnya yang kental terdapat perkampungan muslim yang memberikan warna tersendiri bagi Bali. Itulah Pegayaman sebuah nama desa muslim di Bali yang berada di wilayah kecamatan Sukasada kabupaten Buleleng Bali Utara.
Nenek moyang mereka berasal dari tanah Jawa dan Makasar Bugis yang datang sekitar abad ke-16. Pada waktu itu Bali Utara dipimpin seorang raja bernama I Gusti Ngurah Panji Sakti. Pada saat perluasan wilayah, raja meminta bala bantuan kepada kerajaan Blambangan sehingga dapat kemenangan berhasil diraih. Sebagai tanda persahabatan, raja Blambangan memberikan hadiah gajah kepada raja Bali Utara. Begitu pun sebaliknya. Raja Bali memberikan tempat pemukiman di wilayah hutan sebelah utara yang kemudian dikenal sebagai desa Pegayaman.
Warga desa Pegayaman ini memiliki nama-nama yang terbilang unik. Yakni perpaduan antara nama khas Bali dan nuansa islami. Misalnya untuk anak pertama, para orang tua membubuhkan nama Wayan, anak kedua Nengah serta anak ketiga Nyoman dan keempat Ketut. Setelah memakai urutan nama Bali, mereka membubuhkan nama islami pada urutan nama berikutnya. Seperti Wayan Mustaqkim, Nengah Ibrahim dan seterusnya. Warga Bali sendiri memanggil warga di Pegayaman dengan sebutan Nyama Selam yang artinya orang islam. Sementara warga Pegayaman memanggil warga Bali di sekitarnya dengan sebutan Nyama Bali. Nyama Berarti Sedulur (saudara).
Adanya perkawinan antara 3 etnis yakni Jawa, Bali dan Bugis merupakan wujud penyesuaian sifat asli yang dimiliki dengan sifat lingkungan. Peleburan yang terjadi tidak hanya sebatas perkawinan, namun juga dalam pelaksanaan perayaan keagamaan. Sehingga, terbentuklah budaya atau sebuah proses percampuran dua kebudayaan atau lebih yang saling mempengaruhi. (Sofyan Alimustofa) |