Menu Utama
Home
Profil
Berita
Hubungi Kami
Buku Tamu
Links
Gallery Foto
Lowongan Kerja
Statistics
Visitors: 281432
Chat with crew TTV

             Div.Teknik

             Div.IT    

             Div.Transmiter

             Div.News

             Div.Adm

             Div.Program

Login Form





Lost Password?
Home
Pemkot Rancang Perbaikan DAS Di Tarakan PDF Print E-mail
Written by Iqra Azza   
Tuesday, 11 December 2007

Pemerintah kota, kini telah menyusun Rencana Pelestarian Sumber Daya Air di Tarakan . Antara lain berupa perlindungan, atau konservasi, di sejumlah Daerah Aliran Sungai atau DAS.

Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah, atau Bappeda, telah memaparkan rencana kegiatan Sumber Daya Air, Daerah Aliran Sungai atau DAS di Tarakan tahun 2008. Paparan di ruang Imbaya Balaikota Senin (10/12) pagi ini, juga diikuti Kabupaten/Kota se-Utara Kaltim.

Bappeda merancang pengembangan Sumber Daya Air, melalui konservasi atau perlindungan beberapa Daerah Aliran Sungai. Bappeda juga merancang antisipasi kerusakan pada hulu dan hilir sungai dan daerah resapan air. Terutama sepanjang Daerah Aliran Sungai , yang menjadi tempat pengambilan air perusahaan daerah air minum atau PDAM.

Umumnya, kerusakan Daerah Aliran Sungai, timbul akibat kepadatan pemukiman penduduk, dan kegiatan lainnya. Sehingga potensi sumber air, baik dari segi kuantitas maupun kualitas terganggu.

Sementara, Dinas Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Tarakan, menindaklanjuti Intruksi Presiden, tahun depan merancang Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air atau GNKPA.

Sebagai pilot projectnya, Lisda memilih pelestarian DAS sungai Karang Anyar, sungai Persemaian dan sungai Binalatung. Sebab 3 sungai ini, merupakan sumber utama pasokan air baku bagi PDAM.

Ingin Terhindar Banjir, Warga Siap Pindah

Banjir tampaknya menjadi ritual rutin bagi sebagian warga Tarakan. Warga korban banjir berharap, proyek pengerukan sungai bisa mengatasi banjir. Bahkan sebagian warga, rela direlokasi. Banjir telah menjadi langganan, warga bantaran sungai Karang Anyar tiap tahun. Ada 60 warga Karang Anyar Pantai, yang hampir tiap tahun menjadi korban banjir.

Dinas Pekerjaan Umum, sebenarnya telah berupaya mengatasi titik rawan banjir. Namun namun usaha itu belum juga maksimal. Mau tidak mau, warga pun harus terbiasa dengan bencana yang satu ini. (Satria Romadhoni & Morten)

 
< Prev   Next >