|
Badan Meteorologi dan Geofisika atau BMG Tarakan , telah mengeluarkan peringatan dini akan adanya ancaman gelombang tinggi, di sekitar perairan Laut Sulawesi dan Laut Sulu. Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga 3 hari ke depan. Peringatan dini akan adanya ancaman gelombang tinggi, kembali dikeluarkan Badan Meteorologi dan Geofisika atau BMG Tarakan.
Berdasarkan prakiraan cuaca BMG Tarakan, gelombang dengan ketinggian 1.5 meter hingga 2,5 meter, berpeluang terjadi di sekitar kawasan Laut Sulawesi dan Laut Sulu. Gelombang tinggi, sangat dipengaruhi kecepatan angin. Adapun kecepatan angin diperkirakan mencapai 25 knot atau 45 kilometer per jam, dari arah timur laut dan utara pulau Tarakan, menuju ke arah barat.
Ancaman gelombang tinggi di kawasan perairan Laut Sulawesi dan Laut Sulu, patut diwaspadai para nelayan dan kapal – kapal barang. Karena dikhawatirkan dapat menimbulkan kecelakaan laut.
GELOMBANG TINGGI, NELAYAN TETAP NEKAD MELAUT
Ancaman gelombang tinggi hingga 3 hari ke depan, ternyata tak menyurutkan niat para nelayan untuk tetap melaut. Padahal dengan kondisi cuaca kurang bersahabat, mereka pulang nyaris tanpa hasil.
Meski gelombang di kawasan perairan laut Sulawesi dan Laut Sulu masih tinggi, beberapa nelayan tetap nekad melaut, karena didesak oleh kebutuhan hidup.
Mustari dan Suaib misalnya. 2 nelayan dari Sungai Nyamuk Nunukan ini, mengaku tetap sering terkena terjangan gelombang tinggi. Selain didesak kebutuhan hidup, Mustari dan Suaib tetap nekad melaut, karena perahunya dinilai cukup kuat menghadapi hantaman gelombang tinggi.
Untuk mengatasi ketika terjebak gelombang tinggi, kedua nelayan yang biasa menangkap ikan Bawal di laut Sulawesi ini, lebih memilih menebar pukat atau jaring. Dengan cara ini, perahu mereka diharapkan tidak terhempas gelombang tinggi.
Sementara itu, ancaman gelombang tinggi, tidak terlalu mempengaruhi aktivitas trasportasi laut dan kapal barang di Pelabuhan Tengkayu I. Aktivitas masih tetap berjalan seperti biasanya. Meskipun ada himbauan dari Badan Meteorologi dan Geofisika atau BMG Tarakan, akan ancaman gelombang tinggi.
Menurut Petugas Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai, atau KPLP Pelabuhan Tengkayu I, akitivitas transportasi laut dan kapal barang, masih tetap berjalan normal. Namun begitu, jika terjadi gelombang tinggi atau kondisi cuaca buruk, KPLP berhak menunda keberangkatan kapal hingga kondisi cuaca membaik. Utamanya untuk rute trasportasi laut Tarakan–Bunyu, dan Tarakan – Nunukan. Karena 2 rute tersebut, melewati Laut Sulawasi, yang rawan terjadi gelombang tinggi. (Satria Romadhoni & Morten)
|