|
Tahu dan tempe tetap dikenal sebagai makanan favorit orang Indonesia, meski harganya kini tengah melejit. Apalagi, kedua makanan berbahan baku utama kedelai ini, banyak terdapat kandungan gizi tinggi.
Masyarakat Indonesia, termasuk di Tarakan, kini tengah dihebohkan dengan naiknya harga kedelai, yang berimbas pada naiknya harga sejumlah produk turunannya. Seperti tahu dan tempe.
Bagi masyarakat kecil, memang diakui tahu dan tempe merupakan makanan andalan untuk perbaikan gizi. Hanya dengan mengeluarkan uang dua ribu hingga tiga ribu rupiah, masyarakat bisa menikmati kelezatan lauk pauk bergizi.
Kandungan gizi dalam tahu dan tempe, memang masih kalah dibandingkan lauk pauk hewani. Semisal telur, daging dan ikan. Namun, dengan harga yang lebih murah, masyarakat cenderung lebih memilih mengkonsumsi tahu dan tempe, sebagai bahan makanan pengganti protein hewani.
Kebutuhan akan gizi pada tubuh manusia, salah satunya didapat melalui mengkonsumsi tahu dan tempe. Dalam 100 gram tahu dan tempe misalnya. terdapat berbagai macam kandungan gizi. Seperti protein, lemak, karbohidrat dan kalori.
Selain kaya akan protein dan lemak, teranyata tahu dan tempe juga kaya akan kalsium, yang bermanfaat mendukung terbentuknya kerangka tulang. Dan paling penting, tahu dan tempe tidak banyak mengandung kolesterol, sehingga sangat aman bagi kesehatan jantung. (Satria Romadhoni & Ibramsyah)
|