nada-dan-dakwah.jpg
Menu Utama
Home
Profil
Berita
Hubungi Kami
Buku Tamu
Links
Gallery Foto
Lowongan Kerja
Statistics
Visitors: 281463
Login Form





Lost Password?
Home arrow Berita arrow Ekonomi arrow Kenaikan Harga Kedelai Picu Inflasi
Kenaikan Harga Kedelai Picu Inflasi PDF Print E-mail
Written by Iqra Azza   
Thursday, 17 January 2008
Image

Kenaikan harga kedelai yang terjadi selama 3 bulan terakhir, dikhawatirkan mempunyai andil besar menaikkan laju inflasi. Ini diungkapkan Dosen Ekonomi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bulungan - Tarakan, Margiono SE, M.Si .

Kenaikan harga kedelai saat ini, dinilai Margiono akibat kesalahan fatal pemerintah. Rendahnya perhatian pemerintah pada sektor pertanian, berdampak pada ketergantungan Indoesia akan produk pertanian luar negeri. Salah satunya kedelai, yang kini harus didatangkan dari Amerika.

Ketergantungan Indoensia akan kedelai, memang cukup besar. Dengan demikian, dimana saat harga kedelai naik, bisa memicu kenaikan harga produk turunannya, seperti tahu dan tempe. Bahkan, barang kebutuhan pengganti tahu dan tempe, seperti daging, telur dan ikan, dipastikan juga akan turut naik. Ini terjadi, karena makin meningkatnya permintaan, tapi tidak dibarengi dengan stok yang cukup.

Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, imbas dari kenaikan harga kedelai, menyebabkan menurunnya daya beli masyarakat, dan instabilitas ekonomi. Sehingga dikahwatirkan, akan menyebabkan kenaikan laju inflasi, antara dua hingga tiga persen.

Untuk mengatasi kenaikan harga kedelai, pemerintah harus bertindak cepat. Salah satu cara yang dinilai tepat, adalah membuat kerjasama membentuk daerah sentra pertanian kedelai. Lewat cara ini, ketergantungan akan impor kedelai luar negeri bisa diatasi. (Satria Romadhoni & Ibramsyah)

Last Updated ( Saturday, 19 January 2008 )
 
< Prev   Next >