|
PSTK yang menjadi rebutan 2 kubu, nasibnya kini semakin tidak jelas. Klub kebanggaan kota Tarakan di ajang nasional ini, terancam batal mengikuti Kompetisisi Divisi II Nasional Liga Indonesia, akibat belum jelasnya status manajemen.
Polemik di kubu PSTK yang belum menuai hasil hingga Jumat (25/01), sangat disayangkan oleh Ketua Umum Pengkot PSSI Tarakan, Yusuf L. Pasalnya, perebutan pengelolaan manajemen PSTK antar 2 kubu, semakin mengaburkan masa depan PSTK
Ketua Umum Pengkot PSSI berharap, kedua kubu bisa duduk bersama membicarakan masalah tersebut, dengan difasilitasi KONI. Apalagi waktu Kompetisi Divisi 2 Nasional semakin mepet, sekitar 3 bulan lagi. Saat ini, tim dari luar kota sudah merlakukan persiapan jauh-jauh hari.
Polemik ini, tidak hanya menghambat kemajuan persepakbolaan Tarakan, tapi juga semakin menghancurkan olahraga sepak bola. Keberhasilan PSTK bisa menembus Kompetisi Divisi II Nasional Liga Indonesia, terancam sia-sia.
Ketua Umum Pengkot PSSI juga menyesalkan, kenapa manajemen PSTK saat vakum selama 3 tahun antara 2003 hingga 2006, tidak diperebutkan. Kini setelah PSTK mulai menunjukkan prestasi, bukan malah didukung dan dikembangkan, justru malah dihancurkan.
|