Menu Utama
Home
Profil
Berita
Hubungi Kami
Buku Tamu
Links
Gallery Foto
Lowongan Kerja
Statistics
Visitors: 301303
Chat with crew TTV

             Div.Teknik

             Div.IT    

             Div.Transmiter

             Div.News

             Div.Adm

             Div.Program

Login Form





Lost Password?
Home
Gelombang Pasang Hantam Pantai Amal Baru. PDF Print E-mail
Written by Iqra Azza   
Saturday, 26 January 2008

Kamis (24/01) malam, gelombang pasang menghantam Pantai Amal Baru. Akibatnya, sejumlah bangunan milik warga hancur dan pohon-pohon tumbang. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

Gelombang pasang sebenarnya sudah terjadi 2 malam berturut-turut. Namun Kamis (24/01) malam, gelombang yang kembali menghantam pesisir Pantai Amal Baru, jauh lebih besar dibanding sebelumnya atau mencapai ketinggian 4 hingga 5 meter. Menurut warga, ini adalah gelombang pasang terbesar yang pernah menghantam Pantai Amal Baru.

Akibat terjangan gelombang pasang, Pantai Amal Baru porak poranda. Tercatat 2 rumah hancur, 20 kios non permanen rusak berat, dan pohon-pohon tumbang. Aspal jalan dan jembatan Medco, bahkan hanyut terseret ombak.

Pasca gelombang pasang, kondisi Pantai Amal Baru, kini dipenuhi oleh sampah dan kayu-kayu besar yang hanyut terseret ombak.

KORBAN GELOMBANG PASANG MENGUNGSI

Pasca gelombang pasang yang melanda Pantai Amal Baru, Jumat (25/01) pagi warga setempat langsung membenahi bangunan milik mereka yang rusak. Sebagian korban yang rumahnya hancur, bahkan harus mengungsi ke rumah kerabat.

Warga setempat bergotong royong membenahi bangunan mereka yang rusak. Mereka juga membersihkan tumpukan sampah kayu yang memenuhi sekitar pantai.

Di antara para korban, terdapat dua keluarga yang bernasib buruk, karena rumahnya hancur diterjang ombak besar. Salah satu keluarga, bahkan harus mengungsi ke rumah kerabatnya. Meski masih dihantui oleh ancaman gelombang pasang, sebagian warga Amal Baru, tetap memilih bertahan.

Yang bisa dilakukan warga saat ini, adalah membangun kembali tanggul penahan ombak sederhana, meski cara tersebut tidak menjamin keselamatan mereka saat gelombang pasang kembali terjadi. (Novian Avisena & Ridwan Arif)

 
< Prev   Next >