Menu Utama
Home
Profil
Berita
Hubungi Kami
Buku Tamu
Links
Gallery Foto
Lowongan Kerja
Statistics
Visitors: 281822
Chat with crew TTV

             Div.Teknik

             Div.IT    

             Div.Transmiter

             Div.News

             Div.Adm

             Div.Program

Login Form





Lost Password?
Home
Penerbangan DAS Tetap Normal PDF Print E-mail
Written by Iqra Azza   
Tuesday, 29 January 2008

Manajemen DAS Tarakan, menyatakan tetap akan melayani rute penerbangan, ke wilayah pedalaman Utara Kaltim, meski salah satu pesawatnya mengalami kecelakaan . penerbangan, masih akan menggunakan pesawat sejenis, yakni Cassa 212.

Insiden jatuhnya pesawat DAS Casa 212, dipastikan pihak DAS, tidak akan mengganggu pelayanan jasa transportasi udara, ke wilayah pedalaman Utara Kalimantan Timur. Antara lain ke Bandara Perintis Long Apung Malinau, dan Long Bawan Nunukan.

Untuk penerbangan reguler hari Selasa, Kamis dan Sabtu, DAS melayani rute penerbangan Tarakan – Malinau – Long Apung – Samarinda pulang pergi. Sedangkan pada hari Senin, Rabu dan Jumat, melayani rute Tarakan – Nunukan – Long Bawan – Samarinda, pulang pergi.

Untuk sekali terbang, pesawat DAS Casa 212, maksimal memuat 20 orang penumpang . selebihnya DAS mengangkut barang dan kebutuhan pokok warga pedalaman.

Bagi warga pedalaman Utara Kaltim, transportasi udara memang menjadi alat angkut utama. Satu-satunya alat transportasi yang bisa menjangkau beberapa daerah pedalaman, memang hanya pesawat.

Untuk sekali jalan pulang pergi Long Bawan – Tarakan, minimal penumpang harus mengeluarkan uang tiket sebesar Rp 900.000. Ongkos ini belum termasuk biaya hidup selama tinggal di Tarakan, saat menunggu jadwal penerbangan kembali ke Long Bawan.

Rute penerbangan reguler ke pedalaman, selama ini memang hanya dilayani DAS. Meski terkadang, penerbangan non reguler ke pedalaman, juga dilayani Borneo Air Transport dan MAF.

Sementara itu, menurut Kepala Bandara Long Apung, Asmadi, ketergantungan warga pedalaman akan penerbangan pesawat perintis, sangat besar. Terutama untuk memasok barang kebutuhan pokok. apalagi akses menuju wilayah pedalaman, saat ini hanya bisa dicapai dengan pesawat perintis. (Satria Romadhoni & ridwan arif)

 
< Prev   Next >