Menu Utama
Home
Profil
Berita
Hubungi Kami
Buku Tamu
Links
Gallery Foto
Lowongan Kerja
Statistics
Visitors: 301180
Chat with crew TTV

             Div.Teknik

             Div.IT    

             Div.Transmiter

             Div.News

             Div.Adm

             Div.Program

Login Form





Lost Password?
Home
Tarakan: Inflasi Capai 0,78 Persen PDF Print E-mail
Written by Iqra Azza   
Monday, 04 February 2008

Berdasarkan hasil pantauan Badan Pengelolaan Statistik (BPS), akhir Desember tahun 2007, Tarakan mengalami inflasi sebesar 0,78 persen. Inflasi, mayoritas dipicu kenaikan harga sejumlah komoditi kebutuhan barang pokok.

Menurut data BPS, angka inflasi kota Tarakan, untuk akhir Desember 2007 mencapai 0,78 persen, atau naik 0,49 persen dari angka inflasi bulan November 2007. Sementara, untuk laju inflasi antara Januari hingga Desember 2007, mencapai 6,77 persen.

mengalami inflasi sebesar 0,78 persen. Inflasi, mayoritas dipicu kenaikan harga sejumlah komoditi kebutuhan barang pokok.

Kenaikan inflasi tersebut, memicu kenaikan indeks harga konsumen dari 163,17 pada bulan November, menjadi 164, 55 pada bulan Desember.

Kenaikan harga sejumlah komoditi barang kebutuhan pokok, seperti beras, kedelai, terigu, telur, miyak goreng dan lainnya, dinilai sebagai pemicu kenaikan angka inflasi.

Sementara, untuk angka inflasi Januari 2008, hingga kini BPS Tarakan belum mengeluarkan angka riil. Karena masih menunggu hasil Survei Biaya Hidup di 60 kota di Indonesia, yang akan menentukan besaran angka inflasi nasional.

INFLASI PENGARUHI TINGKAT KESEJAHTERAAN

Kenaikan inflasi, akan berpengaruh buruk pada tingkat kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya kenaikan harga sejumlah barang, maka tingkat daya beli masyarakat juga makin menurun.

Dampak nyata kenaikan inflasi, akan berpengaruh buruk pada sektor produksi dan konsumsi. Sehingga berujung pada menurunnya tingkat kesejahteraan dan daya beli masyarakat.

Menurut ekonom dari STIE Bulungan - Tarakan, Margiono, naiknya biaya produksi menyebabkan produsen enggan untuk meneruskan produksinya. Bahkan, produsen bisa menghentikan produksinya untuk sementara waktu. Bila tidak sanggup mengikuti laju inflasi, usaha produsen tersebut kemungkinan akan bangkrut. Sehingga berpengaruh pada ketidakstabilan harga, karena berkurangnya stok barang.

Bagi konsumen, laju inflasi akan berpengaruh pada turunnya tingkat konsumsi. Baik dari segi harga, jumlah maupun mutu barang. Imbasnya, tingkat kepuasan konsumen juga makin menurun.

Indikator utama penyebab naiknya inflasi, berasal dari kenaikan biaya dan permintaan., Sekarang ini, penyebab utama inflasi di Indonesia berasal dari kenaikan permintaan. Di mana kenaikan permintaan, tidak dibarengi dengan stok yang cukup. Dengan begitu, harga sejumlah barang, seperti beras dan kedelai terus merangkak naik.

Pengaruh besar lain dari lajunya inflasi, yakni naiknya angka pengangguran dan stabilitas politik nasional. (Satria Romadhoni & Ibramsyah)

Last Updated ( Monday, 04 February 2008 )
 
< Prev   Next >