|
Di saat Imlek seperti sekarang, atraksi Barongsai hampir bisa kita saksikan di mana-mana. Kelompok Barongsai pun, kebanjiran banjir order. Bagi para pemain Barongsai, penampilan mereka bukan sekedar untuk alasan komersial. Tapi, demi melestarikan budaya Cina yang hampir punah.
Salah satu hal yang menjadi ciri khas Imlek, adalah Barongsai. Atraksi perpaduan seni tari dan beladiri dari tradisi Cina ini, memang menarik untuk dinikmati. Tak heran, jika di saat Imlek seperti sekarang, kelompok Barongsai kebanjiran order atraksi.
Kelompok Barongsai Bhineka misalnya. Setiap Imlek selalu sibuk berkeliling ke rumah-rumah warga, untuk memenuhi pesanan atraksi. Dalam sehari, mereka bisa tampil sebanyak 8 hingga 10 kali.
Dengan alasan melestarikan budaya yang hampir punah, kelompok Barongsai yang berdiri sejak tahun 2006 ini, tidak memasang tarif di setiap penampilan mereka.
Menariknya lagi, sesuai namanya, para pemain Barongsai Bhineka ini, berasal dari berbagai etnis, mulai Tidung, Jawa, hingga Timor. Perpaduan etnis ini dimaksudkan untuk mengenalkan kepada masyarakat, bahwa Barongsai bisa dimainkan oleh siapapun, tidak hanya oleh etnis Tionghoa.
Sudah hal yang umum, jika di setiap penampilannya, Barongsai selalu menarik perhatian masyarakat. Untuk menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan, pihak Barongsai Bhineka pun meminta bantuan dari kepolisian, agar setiap penampilan mereka berjalan lancar. (Morten)
|