|
Warga Tionghoa, Rabu (06/02) malam mulai merayakan pergantian tahun baru Imlek, di Klenteng Tao Pek Kong Markoni. Di sela-sela ibadah, upacara pergantian tahun di Klenteng tertua ini, juga dimeriahkan oleh atraksi Barongsai, dan Leang Lung.
Sejak petang, warga Tionghoa silih berganti mendatangi Klenteng Toa Pek Kong, untuk melakukan sembahyang malam pergantian tahun.
Menjelang tengah malam, Klenteng Toa Pek Kong makin disesaki oleh pengunjung. Warga Tionghoa percaya, mendekati tengah malam pergantian tahun adalah waktu yang paling baik untuk memanjatkan doa.
Para pengunjung Klenteng tampak khusuk memanjatkan doa kepada dewa dewi, agar memperoleh rejeki dan berkah berlimpah selama setahun ke depan.
Tidak hanya sesak oleh pengunjung, ruangan Klenteng juga dipenuhi asap dari pembakaran hio dan lilin. Bumbungan asap ini, hingga menyebabkan nafas terasa sesak, dan mata perih.
Di sela-sela ibadah malam pergantian tahun, pengunjung Kelenteng juga disuguhi atraksi Leang Lung dan Barongsai. Atraksi ini bertujuan meminta restu dari Yang Maha Kuasa, agar penampilan Leang Lung dan Barongsai di perayaan tahun baru Imlek, lancar dan aman.
Tahun ini adalah tahun 2559 dalam penanggalan Imlek. Dalam kepercayaan Konghucu, tahun baru merupakan moment untuk memanjatkan harapan. Atraksi Leang Lung yang diharapkan bisa membawa berkah, ternyata tidak sia-sia. Usai atraksi, sempat turun hujan sesaat, yang diyakini warga Tionghoa, sebagai jawaban atas doa mereka akan berlimpahnya rejeki selama satu tahun ke depan. (Morten)
|