|
Para orangtua yang menggunakan susu formula sebaiknya tak perlu khawatir bayinya akan terkena bakteri enterobacter sakazakii. Karena sejauh ini, di Indonesia belum ditemukan bayi terjangkit bakteri berbahaya tersebut setelah mengkonsumsi susu formula.
Hingga kini, belum ada satupun bukti, bayi setelah mengkonsumsi susu formula produk lokal, terserang infeksi pencernaan dan radang otak.
Meski dari hasil penelitian Institut Pertanian Bogor, antara tahun 2003 hingga 2006, menyebutkan susu formula produk lokal telah terkontaminasi bakteri sakazakii. Bakteri berbahaya yang menyebabkan kelumpuhan pada syaraf otak, radang usus, penyakit enteritis, sepsis dan maningitis.
Menurut dokter spesialis anak Rumah Sakit Pertamedika, dr. Ristantio, Sp.A, penyebaran bakteri sakazakii pada susu formula dan makanan bayi, tak perlu dikhawatirkan. Karena penyakit akibat bakteri berbahaya tersebut, umumnya terjadi setelah ada wabah secara global.
Dari hasil panelitian, penyebaran bakteri sakazakii, diakui bisa menyebabkan tingkat kematian bayi mencapai 80 persen. Umumnya, bakteri sakazakii menjangkiti bayi berusia kurang dari 1 tahun.
Oleh karenanya, untuk menghindari terjangkitnya bakteri sakazakii pada bayi usia kurang dari satu tahun, para orangtua sebaiknya memberikan ASI. Karena, ASI sangat kecil kemungkinannya terjangkit bakteri berbahaya. (Satria Romadhoni)
|