|
Saat deportasi besar-besaran Tenaga Kerja Indonesia, sekitar tahun 2003, Pemkab Nunukan, membangun barak-barak penampungan TKI. Setelah lama tidak ditempati, bagaimana kondisinya sekarang ?berikut liputannya.
Kondisi barak-barak penampungan TKI, yang dipulangkan Malaysia, sekitar tahun 2003 silam, sangat memperihatinkan. Hampir seluruh bangunan sudah reot, dan tidak layak huni. Di dalamnya tak ada kamar, hanya ada kotoran hewan seperti kandang.
Meski tidak layak huni. Barak yang pernah digunakan pasukan marinir tersebut, dijadikan rumah layak huni oleh keluarga Cenning. Dari barak berkapasitas 60 orang tersebut, Cenning bersama anak-anaknya, menata kembali barak tersebut, agar layak huni.
Tak jauh dari lokasi barak penampungan TKI tersebut, Pemkab Nunukan, telah membangun rumah susun. Ironisnya, rusun yang konsep awalnya, untuk menampung TKI ini, tampak mubazir. Sebab, selain tidak ada TKI yang tinggal, sampai saat ini belum ada kejelasan siapa yang akan menempatinya. Padahal rusun ini, sejak dua tahun lalu telah selesai dibangun.(Morten)
|