|
Seorang ibu rumah tangga, senin siang (14/4) datang ke Mapolres Tarakan, melaporkan kekerasan yang dideritanya. Ironisnya, pelaku kekerasan tersebut, adalah suaminya sendiri.
Ditemani anak pertamanya yang masih berusia 6 tahun, MS, seorang ibu rumah tangga, melaporkan penganiayaan yang dideritanya, ke Mapolres Tarakan senin siang (14/4). Ibu berusia 27 tahun tersebut, mengaku telah dianiaya suaminya sendiri AG, berusia 28 tahun, pada hari kamis siang lalu (10/4) di Juata Laut.
Dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga kali ini. MS yang telah mempunyai 3 orang anak tersebut, terpaksa harus menerima luka lebam yang cukup besar di kaki. Di paha kanan dan kiri MS, juga terdapant luka memar, akibat tendangan suaminya.
Kekerasan yang diterima MS, ternyata belum berakhir. Suami yang menikahinya 6 tahun silam tersebut, kembali membenturkan kepalanya ke dinding. Akibatnya, kepala MS mengalami benjolan yang cukup besar. Yang lebih menyakitkan kekerasan itu berlangsung di depan ke tiga anaknya yang masih kecil.
Dengan bercucuran air mata, MS meminta perlindungan polisi. Untuk menghindari terulangnya kejadian tersebut, saat ini, MS bersama anak-anaknya, tinggal bersama orang tuanya di Lingkas Ujung.(Morten)
|