|
Niat ingin mendapatkan penghidupan yang layak di Kalimantan, 12 orang warga Madiun malah telantar di Tarakan. Awalnya para pemuda ini, bekerja di kebun sawit Sebuku Kabupaten Nunukan.
12 orang pemuda asal Madiun tersebut, senin sore (14/4), telantar di Pelabuhan Malundung. Karena kebingungan, mereka mendatangi Kantor KP3. Di kantor pengamanan pelabuhan tersebut, mereka menginap semalam , sebelum diserahkan ke Satpol PP, selasa siang (15/4). Karena kehabisan bekal, para pemuda ini, terpaksa harus menerima kenyataan tak dapat pulang ke kampung halaman.
Warga Madiun yang rata-rata berusia 18 sampai 49 tahun ini, awalnya ditemui pemborong bernama Waluyo, yang menawarkan pekerjan kepada mereka, selagi masih di Madiun. Mereka dijanjikan bekerja merintis tanaman liar di perkebunan kelapa sawit di Sebuku Kabupaten Nunukan. Namun, di lapangan mereka menemukan pepohonan besar yang harus dirobohkan.
“katanya (Waluyo)kami merintis semak-semak, dengan anak-anak pohon sebesar ibu jari. Tau-taunya pohon besar-besar, yang paling kecil sebesar paha,” kata seorang dari pemuda tersebut, sambil mencontohkan besar pohon.
Selain itu, gaji mereka pun belum jelas. Karena merasa ditipu, mereka meninggalkan Sebuku, dan berjalan selama sehari semalam, hingga tiba di Kabupaten Malinau. Dari sana mereka menumpang kapal menuju Tarakan.
Sementara itu, pihak Satpol PP masih terus berkordinasi dengan pihak terkait, untuk mencarikan solusi. Di antaranya Dinas Sosial, dan Pakuwaja, khususnya keluarga besar Madiun Jawa Timur.(Morten)
|