![]() |
| Menu Utama | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
|
|
|
| Statistics |
|---|
| Visitors: 281828 |
|
| Login Form |
|---|
Berita
Pendidikan
Corat-Coret Seragam Warnai Pengumuman Kelulusan | Corat-Coret Seragam Warnai Pengumuman Kelulusan |
|
|
|
| Written by Iqra Azza | |
| Tuesday, 17 June 2008 | |
|
Aksi corat-coret seragam sekolah, mewarnai pengumuman hasil ujian akhir nasional siswa SMA, Senin (16/06). Saking gembira, para siswa tersebut tidak memperdulikan adik kelasnya yang sedang mengikuti ujian. Beginilah pemandangan yang terlihat di depan SMA Negeri 1 Tarakan. Seluruh siswa meluapkan kegembiraannya dengan mencoret seragam sekolah mereka. Aksi itu dilakukan saat berada di luar pagar sekolah. Di saat bersamaan, siswa kelas I dan kelas II juga sedang mengikuti ulangan semester. Data di lapangan menyebutkan, dari 261 siswa yang mengikuti ujian nasional, seluruhnya dinyatakan lulus. Nilai tertinggi diraih oleh Ernawati dari kelas bahasa, dengan nilai 45,85, kelas IPA diraih oleh Servin Philipus dengan nilai 50,55, sedangkan untuk kelas IPS diraih oleh Alfian Ridwan dengan nilai 50,45. Menurut pihak sekolah, angka kelulusan tahun ini, jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu. Mengingat tahun lalu, terdapat satu siswa mereka yang tidak lulus ujian nasional. Sementara itu, pengumuman kelulusan di SMA Don Bosco, juga berjalan lancar. Namun seorang siswi pingsan, karena dinyatakan tidak lulus ujian nasional. Pengumuman kelulusan siswa SMA Don Bosco, dilakukan dengan membagikan amplop berisi pernyataan pengumuman kepada orang tua siswa. Namun sebagian siswa tidak sabar untuk membukanya. Tanpa menunggu pulang sampai di rumah, mereka mengambil amplop tersebut dari orang tuanya, dan langsung membukanya saat itu juga. Begitu mengetahui lulus, kegembiraan pun terluapkan. Di tengah kegembiraan tersebut, seorang Siswi Kelas III IPA, pingsan karena diyatakan tidak lulus. Kejadian itu sontak mengejutkan rekan-rekannya, karena siswi tersebut dikenal cerdas. Dari 143 siswa yang mengikuti ujian nasional di sekolah itu, hanya siswi tersebut yang tidak lulus. Sementara itu, pihak sekolah maupun keluarga belum memberikan keterangan mengenai ketidaklulusan siswi cerdas tersebut. (Ronny Meranda & Jumadi) |
| < Prev | Next > |
|---|